Revolusi Industri 4.0, Generasi Baby Boomer, dan Generasi X

Revolusi industri adalah perubahan pola kerja dalam pengolahan produk dari manual menjadi lebih efisien dan efektif menggunakan teknologi. Perjalanan revolusi dunia dimulai pada tahun 1784 dimana saat itu mesin uap digunakan dalam lokomotif, kapal laut, dan pompa. Kemudian pada tahun 1870 mesin bertenaga listrik/minyak digunakan secara massal. Teknologi  informasi mulai memasuki dunia industri di tahun 1969 dimana teknologi informasi dan mesin berkolaborasi untuk mempermudah pekerjaan manusia. Saat ini industri sudah berevolusi yang ke-4 kalinya. Pada revolusi industri 4.0 mesin dan teknologi informasi terintegrasi  jaringan internet. Mesin membuat pekerjaan manusia menjadi lebih cepat, teknologi informasi membantu untuk memproses dan menyimpan informasi (data-data suatu industri tidak lagi menggunakan kertas, dan aliran data menjadi lebih terorganisir), sedankan internet membantu dalam mengirim dan menyebarkan informasi tersebut (secara manual penyebaran informasi memakan waktu, dan tenaga yang banyak, dengan internet cukup duduk manis di depan komputer, menunggu waktu kurang dari 24 jam dan data sukses tersebar.


Lalu sekarang apa peran revolusi industri 4.0 bagi para generasi manusia?

Berdasarkan teori sosiolog Mannheim dalam bukunya "The Problem of Generation" manusia-manusia di dunia akan saling memengaruhi dan membentuk karakter yang sama. Manusia-manusia jaman peran dunia II dan manusia pasca perang dunia II memiliki karakter yang berbeda, meski saling mempengaruhi. Kemudian para sosiolog Amerika serikat membagi manusia menjadi beberapa generasi : Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi pasca perang dunia II, generasi baby boomer I, generasi baby boomer II, geenrasi X, generasi Y (milenial), dan generasi Z.

Pengelompokan generasi tersebut berdasarkan tahun kelahiran. Namun rentang umur kelahiran bermacam-macam. Dikutip dari Tirto di Indonesia Generasi Z adalah mereka yang lahir di tahun 1995 karena internet masuk ke indonesia pada tahun 1994. Dikutip dari Finansial.com berikut adalah rentang tahun para generasi:
  1. Generasi baby boomer (<1960)
  2. Generasi X (1961-1980)
  3. Generasi Y / milenial (1981 - 1994)
  4. Generasi Z (1995 - 2010)
  5. Generasi Alpha (2010 - sekarang)

Setiap revolusi dalam industri akan dirasakan sulit bagi generasi yang sudah terbiasa pada revolusi sebelumnya, maksudnya seperti pada genersi baby boomer yang sedari lahir sudah terbiasa dengan revolusi industri 2.0 kemudian pada tahun 1969 diperkenalkan revolusi industri 3.0 tentu mereka harus beradaptasi, mengubah kebiasaan mereka, belajar hal baru lagi, sedangkan usia mereka sudah sulit untuk mempelajari hal baru. Revolusi industri 4.0  menjadi tantangan untuk generasi X dan baby boomer. Mereka harus berusaha sangat keras agar tidak tersingkirkan dari industri. Secara tidak langsung, revolusi industri bagaikan sebuah sistem eliminasi pekerja manusia dalam perindustrian. 


Pada tabel di atas dijelaskan generasi mana yang perlu beradaptasi dengan revolusi industri dan tingkat kesulitannya. Sulit atau tidaknya adaptasi tergantung pada usia. Semakin tua seseorang, akan semakin sulit beradaptasi dengan hal baru. Pada akhirnya, para generasi baby boomer dan generasi X sangat bergantung dengan generasi Y, Z, dan Alpha. 

Kemajuan teknologi tidak dapat kita lawan. Pada dasarnya manusia senang pekerjaannya menjadi lebih cepat, efektif, efisien dan teknologi mewujudkannya. Revolusi industri 4.0 mempermudah pekerjaan manusia dari segi kecepatan, dan keamanan. 

Jadi, semangat lah para generasi baby boomer dan generasi X!


Read More

Kan Kamu Anak IT

"Kan kamu anak IT"

Sering banget dapet ucapan itu dari orang lain yang bukan orang IT. Awalnya sih biasa aja, maklum mereka gak paham, eh semakin hari kok jadi bosen ya? anak IT tuh bukan doraemon yang bisa segalanya. Kadang yang ngeselin tuh cuma perkara microsoft word terus harus banget anak IT yang handle. Atau katakanlah ada orang lain yang jago microsoft word langsung di cap "bisa IT".

IT gak se-simple itu, please. Saya belajar IT itu belajar bahasa pemrograman. Layaknya manusia, komputer juga punya bahasa. Sama seperti Indonesia, komputer juga punya banyak bahasa. Karena terlalu rumit untuk dimengerti orang awam, makanya para anak IT membuat sebuah sistem yang membuat orang awam tinggal klak klik aja. Nah, pengibaratan lain aplikasi di komputer, di smartphone, bahkan website-website yang ada itu adalah rumah yang diciptain anak IT untuk mempermudah orang awam. Setiap rumah pasti punya aturan sendiri bukan? tidak semua orang bisa masuk kecuali pencuri (pencuri disini adalah hacker). Jadi kalo website atau aplikasi yang ditanyakan ke anak IT lainnya, belum tentu dia paham karena ga pernah masuk sebelumnya ke rumah itu. Butuh waktu untuk memasuki rumah itu dan mempelajari sekelilingnya.

Entah gue ngomong apa dah di atas tuh. Pengen bikin bahasa yang mudah dimengerti kok gue yang malah jadi pusing yak hahaha. Yah... intinya kalo ada masalah sama HP, Printer, Komputer, TV, bahkan kulkas kalian jangan langsung minta tolong anak IT dengan embel-embel "kan kamu anak IT" karena gak begitu konsepnyaaaaaaaaaa.
Read More

Cumlaude Penting Gak Sih?

Seberapa penting sih prestasi di bidang akademik?
Ada yangbilang penting, ada juga yang bilang gak penting. 

Cumlaude memang cuma satu kata untuk mengapresiasi kerja keras mahasiswa. Tapi apa sih pengaruhnya cumlaude di dunia kerja? Bukannya yang IPK nya 2 koma dan 3 koma gajinya gak beda? tetep sama. 

Dari kemarin perasaan dan pikiran rasional gue saling berdebat. Perasaan gue sakit, tapi pikiran rasional gue menganggap itu lebay. Gue masih inget tanggal 2 Mei 2017 dengan dandanan yang super cantik, gue pake kebaya dengan warna favorit, gue juga pake heels rotelli andalan gue. Hari itu gue sangat siap dan senang menyambut hari special di hidup gue. Tapi apa yang terjadi? dandanan gue jadi sedikit berantakan seberantakan mood gue hari itu. Air mata jatuh tak tertahankan. Hati gue sakit sesakit sakitnya. Gue kuliah gak gampang. Gue bisa dibilang jatuh bangun, apalagi kuliah dengan jurusan yang tidak sesuai keinginan. Setelah semua yang gue lakuin, gue lulus dengan IPK 3,65 (predikat dengan pujian). Gue lulus di semester ke-7 yang artinya gue sangat ngebut kuliahnya, 3.5 tahun untuk gelar S-1 Teknik Informatika. 

Gue tau dan paham betul orang tua kecewa sama gue. Gue sendiri juga sangat kecewa karena hari itu Universitas tidak memberikan gue cumlaude walaupun IPK gue diatas 3,5 , jangka waktu kuliah hanya 3,5 tahun , dan jelas tertulis di transkip nilai kalo predikat gue dengan pujian. Gue duduk di barisan anak-anak yang IPKnya 2 koma dan bahkan jangka waktu kuliahnya lebih dari 6 tahun. KECEWA BANGET GUE. GUE MENCOBA IKHLAS. Mau gimana? Jurusan gue mengkonfirmasi kalau alasan gue gak dapet cumlaude karena gue pernah 1 matakuliah dapet nilai D, walaupun matakuliah itu udah gue ulang dan dapet nilai A-. Menurut gue tidak seharusnya orang tua nunjukin kekecewaan dengan cara seperti itu. 
"Dandan bagus bagus tapi gak cumlaude"
"Udahlah telat juga ga apa ke gedung, gak dapet cumlaude ini"
"kamu ngecewain orang tua, gak dapet cumlaude"
Hari itu gue bener-bener down. Pikir gue ya emang kenapa kalo gue gak cumlaude? seburuk itukah? Biar gak cumlaude tapi gue mampu 3,5 tahun loh dengan IPK yang segitu, kurangkah? Bukannya dulu kakak kakak juga gak cumlaude? bukannya kakak pertama aja kuliahnya 4,5 tahun? dan kakak kedua 5 tahun???? tapi ga ada diginiin?? kenapa pas gue begini???????? kenapa?????????????
Yang tadinya gue coba legowo jadi nangis. "Yaudah sih gak cumlaude, yang penting lulus! gak kepake juga pas lamar kerja cumlaude itu", kata gue kelepasan jawab gitu ke orang tua. Alhasil gue diomelin balik sama orang tua. Ah, entahlah mood gue hancur hari itu. 

Enam bulan kemudian..... 
Hari itu gue bahagia akhirnya teman-teman gue lulus juga. Teman-teman yang udah kek saudara buat gue. Teman - teman yang sangat berarti buat gue. Saking sayangnya gue sama mereka, waktu mereka sidang skripsi gue bela-belain mampir dulu ke kampus, kasih mereka semangat dan kasih mereka sarapan bubur juga, sebelum berangkat kerja. Sorakan semangat gue gak pernah putus sampe mereka dinyatain lulus. Sayangnya, hari itu gue ga bisa ikut euforia kelulusan mereka. Gue cuma bisa liat dari story instagram mereka. Hari itu adalah hari pengambilan toga yang akan dipakai pas acara wisuda nanti. Gue liat di salah satu story instagram temen gue. Tapi tiba-tiba mata gue tertuju pada sebuah selempang bertuliskan cumlaude. Percaya ga percaya tapi nyatanya itu selempang temen gue. Rasa sakit hati perkara gue gak apet cumlaude pun terbuka kembali. Gue gak akan sesakit itu kalo temen gue memang gak pernah ada matakuliah yang ngulang. Nyatanya sebaliknya, temen gue pernah ada matakuliah yang ngulang juga sama kek gue tapi Universitas kasih dia cumlaude

Satu sisi hati gue sakit, tapi di sisi lain dia adalah temen kesayangan gue. Gue bahagia dia bahagia, gue bahagia dia cumlaude, tapi gue juga sakit hati. Ini bagaikan pil pahit buat gue. Sudahlah, apalagi yang mau gue perjuangin? pada akhirnya alasan universitas adalah "Ada kesalahan sistem". Alasan yang buat gue ingin meludahi sistem itu. Ah, maaf kata-kata gue kasar, tapi sangat tidak masuk akal alasan itu! Yasudahlah, betul kata salah satu dosen toh gue juga udah dapet kerja juga. Permasalahan ini pun akhirnya ditutup dengan permintaan maaf dari jurusan. Tidak ada yang tau masalah ini kecuali jurusan, gue, dan salah satu temen gue yang bernasib sama.

Dua tahun kemudian....
Tepat di bulan ini, rasa sakit hati itu masih ada sedikit tapi gue ikhlas. Saat ini gue lagi sibuk banget bantuin  adek-adek angkatan gue buat nyusun skripsi. Suatu hari, salah satu dari mereka curhat ke gue. 
"Kak, aku pengen kek kakak 3,5 tahun tapi aku ada nilai D", kata dia. Memang, adek-adek angkatan gue banyak yang pengen kek gue kuliah 3,5 tahun dengan IPK diatas 3,5 (padahal mereka ga tau bagian pedihnya tidak berhak dapat cumlaude) 
"Berapa?", tanya gue
"satu kak"
"yaudah lah, ulang aja semester depan. Jangan ada nilai D di transkip"
"tapi ga bole kak sama bu xxxxxxx"
"loh?? kenapa????"
"iya kak, katanya biar aku dapet cumlaude"
DEG! sesaat gue terdiam. Pil pahit apa lagi ini? bukankah katanya syarat cumlaude tidak boleh ada yang ngulang??? Ya trus apa bedanya :
- anak dengan satu nilai D di transkip
- anak dengan nilai A- di transkip yang diperoleh setelah mengulang matakuliah tersebut karena sebelumnya nilai yang di dapat adalah D.
Apa kelebihannya merelakan ada 1 nilai D di transkip ketimbang mengulangnya sampai dapet A-? Intinya bukannya nilai D adalah nilai yang SEBAIKNYA diulang? bahkan ada beberapa matakuliah yang diwajibkan minimal C (nilai D dilarang) untuk mengambil matakuliah lainnya? 

Sakit banget hati gue, rasa sakitnya sama kek 2 tahun lalu. Kalau gue mempermasalahkan hal ini entah apa lagi alasan universitas untuk gue. Hmm tapi rasanya gue juga gak minat mempermasalahkan hal ini lagi. Cape. Cape hati. Biarlah gue telen pil pahit ini lagi. Biar aja. Biar aja universitas gak mengakui gue cumlaude. Kalo kata temen gue yang senasib, yang penting semua orang, bahkan nyamuk-nyamuk di fakultas tau kalo kita berhak cumlaude. Kadang mikir emang sih cumlaude atau gak ya gak bakal ngubah gaji gue, tapi pernah ga sih kalian ngerasain udah berusaha sekeras mungkin tapi gak dapet apresiasi? sedangkan orang lain diapresiasi?

Read More

Mr. A dan Ulang Tahun ke 23

Yeay! Akhirnya gue udah 23 tahun! Seneng banget. Yah, itu tandanya 2 tahun lagi gue bisa bebas ngelepas masa lajang. Gue udah ga mau pacaran, dan semenjak di tolak buat jalanin taaruf sama orang tua dengan alasan umur yg masih terlalu muda buat langkahin kakak-kakak gue nikah, gue bener-bener menanti usia gue mencapai 25. Btw, sebut aja orang yg ajak gue taaruf ini Mr. A. Karena orang tua gue beranggapan 25 adalah usia yang  tepat untuk anaknya menikah. So, gue bener2 menanti usia 25 tahun. At least, di usia 24 nanti a.k.a taun depan gue harus udah fokus cari jodoh dan udah bisa mengiyakan ajakan taaruf dan sejenisnya (yg penting ga pacaran). Biasanya gue nolak buat dikenalin sama laki, tahun depan gue udah bisa mengiyakan dikenalin. Gitu deh.

Hm, sebenernya gue masih inget banget januari tahun lalu Mr. A bilang ulang tahun itu ga boleh di Islam. Ah, tapi maapin yah gue belum bisa meninggalkan itu sepenuhnya. Agak sulit ketika orang-orang di lingkungan semuanya masih suka merayakan ulang taun. Hahaha bicara soal ini, jadi inget baru baru ini sempet panik banget. Jadi, ceritanya semenjak fix dilarang taaruf gue tuh memutuskan buat ngehapus semua akun sosmed Mr. A kecuali WA karena masih 1 grup WA juga. Biar apa? Biar gue lebih mudah ngilangin segala kebaperan yg ada dan Mr. A menyetujui itu. Bahkan gue bikin akun instagram baru dan mengganti nama blog. Gue pernah nulis tentang nasihat Mr. A soal ulang tahun di salah satu postingan instagram gue yg baru. And you know what??? Kaget banget pas tau Mr. A pernah mampir di profil instagram baru gue! Panik banget khawatir dia baca caption gue soal ulang taun itu. Takut berpikiran gue masih baper. Ga ngerti kok bisa tau sih dia akun gue yg baru itu.

Ah, barangkali dia juga mampir di blog ini gue pengen bilang :
"Teruntuk mas yang ketauan mampir di profil instagram baru punya gue 2X hehe, tadinya mau gue ss tuh bukti mas mampir di profil ig gue lalu ledekin di chat WA tapi takut mas nya marah hehe. Terus gue follow aja mas nya tapi gue panik soal caption ulang taun itu dan malu juga mas nya liat kelakuan menggelikan gue di video tutorial hijab itu haha yaudah gue unfollow lagi aja. Lagian masnya juga ga follback, ngapain juga gue follow mulu, masnya juga ga pernah posting apapun hahaha. Mas, kalo mas mikir macem macem percayalah gue udah ga baper kok. Sepenuhnya gue udah ikhlasin penolakan tahun lalu. Udah ga ada air mata lagi, rasa sedih juga ga ada. Memang, kadang masih keinget tapi bukan berarti gue masih suka meratapi hal itu. Soal caption ulang taun itu, maap maap kalo ada yang salah mungkin ingatan gue kecampur campur hehe ga terlalu inget juga soalnya. Jangan mampir2 doang mas, follow aja nape hadeuuuh, kan biar follower gue makin banyak wkwk jangan tersinggung yaaa"

Oke, balik ke benang merah. Birthday tahun ini seneeng banget. Seneng dapet surprised. Seneng dapet kado juga. Tapi yang paling ngeselin sih surprise dari temen temen kantor. Ceritanya gini, kan biasa tuh kalo ada yg ulang taun pasti sikasih surprise kan. Nah, tanggal 28 januari kemarin tuh adem ayem aja ga ada surprise buat gue. Yah, walaupun ngerasa kecil hati tapi yaudahlah gue ga terlalu ambil hati juga.

Gue punya partner kerja yah sebutlah namanya Bu N. Bu N ini emang ceriwiiis banget. Hari itu dia beberapa kali nanyain ke gue ada surprise ga yang selalu gue jawab dengan jawaban yg sama. Gue tuh ga tauuu ada atau gak, dan dia nanyain muluuuu hadeuh. Terus dia nasehatin biar gue ga ambil hati. Ya, gimana ya gue udah tau gitu loh, ga perlu diomongin mulu. Justru kalo diomongin mulu gue jadi kesel kan haha. Tapi gue tuh ga bisa marah sama Bu N karena dia baik.

Besoknya, demi apa Bu N nanyain lagi dong soal surprise gue ke gue. Ya gue mana tauu siiiiih. Apalagi pas tau mau ada farewell nya mba ica. Dia ngomongib lagi soal surprise gue, huft.

Sorenya, tiba tiba Bu N masuk ke ruangan gue dia bilang, "Ti, kamu ga di surprise ya?"
"Yah, keknya emang nggak bu. Ga apa sih aku bu hehe biar aja", kata gue
"Hehe tenang aja ti, kamu dikasih kok tadi saya baru dibilangin", kata Bu N
Terua gue auto bingung dong. Emmm ini maksudnya gue bakal dikasih surprise, trus si ibu bocorin ke gue gitu? Hahahaha kuingin marah tapi tak kuasaa 😂
"Oooh.. mmm yaudah bu", jawab gue

Terus gue jadi bingung sendiri gimana nanti menyikapi surprise nya. Gimana caranya gue pura pura kaget. Sampai hari H, Bu N masih aja ngomong kalo gue bakal dikasih. Bahkan pas gue pergi karena ada urusan diapun bilang, "balik lagi ya pas jam makan siang. Ga enak sama yg lain"
Terus pas gue udah mau balik lagi ke kantor, dan wa dia kalo gue otw kantor dia bales wa gue, "iya udah di tungguin temen2 nih"
Laaaaaah ini gimana sih kok dibocorin giniiiii, ya Allah gimana nanti gue pura puranyaaaaa.

Gue sebeneenya BT gitu haha soalnya dibocorin surprisenya. Terus Bu N bilang, "eh nanti kamu pura pura aja ya. Jangan bilang bilang saya kasih tau hehe" heuuuuuu sedih aku tuuuu. Gue pun diem di ruangan ssambil nyelesein kerjaan.

Alhasil pas idah jam makan siang, gue di ajak keluar sama mba pipit. Gue keluar dan udah rame orang. Makanan juga udah tersedia banyak. Skenarionya harusnya gue taunya itu farewell mba ica doang. Gue harusnya ga tau kalo surprise ulang taun gue itu digabungin sama farewell mba ica. Tapi karena gue udah dibocorin duluan sama Bu N, pas keluar ruangan liat hamparan makanan gue batin, "hmm buat gue". Terus liat di tembok ada tulisan happy birthday gue batin lagi, "buat gue juga". Liat ada balon, dan mahkota2an gitu gue batin lagi, "buat gue". Pas liat di ruangan Bu N lagi pada sibuk nyiapin kue, gue pun batin lagi "buat gueee fiiix buat gueeeeee". Kesel aku tuuuu ga dapet feel nyaaaaaaaaaaa.

Pas kue keluar dan lagu ulang taun udah berkumandang gue jadi kek bingung gitu. Perang batin oy! Gue sugestiin diri gue "pira pura kaget oy pura pura" tapi ga bisa gitu, ga bisaaa gue ga bisaaaaa. Sebeeeeeeel. Keseeeeeeeeel.

Haduh, sebel tapi ga bisa marah aku tuuuu 😭😭

Hmm, tapi selebihnya gue tetep seneng kok ternyata gue tidak dilupakan walauoun sering absen kalo pada kumpul2 hehe. Ah iya makasih juga buat temen lainnya yg udah kasih doa, surprise dan KADO! hehehe. Dari mba pau dan marisa yg tau banget gue lagi kepengen kerudung motif. Mba sekar yang menuhin keributan gue pengen punya rok tutu (dan dibeliinnya 2 sekaligus dong haha) trus dia juga beliin gue 2 seri novelnya Sibel Eraslan. Mba dewi yang menuhin keinginan gue pengen punya jaket (karena semua jaket gue dibuang ibu, karena ibu pikir semmuanya itu pemberian mantan gue. Padahal yg dari mantan cuma 2). Bu N yang kasih kerudung dengan warna yg emang lagi gue cari. Temen2 kesayangan gue yang lagi nyiapin kado permintaan gue haha.

Semoga di usia yang ke 23 ini gue bisa jadi lebih baik. Usia kemarin udah puas ngabisin waktu buat ngelakuin apa yg ga bisa gue lakuin jaman sekolah dulu. Yah, walaupun gue tetep harus boong dulu sama ibu. Iya, gue bisa rasain pulang ngantor pergi dulu sama temen2 kemana pun. Gue rasain hang out sama temen-temen tanpa rusuh ditelponin disuruh pulang padahal baru jam 4 sore. Belanja ini itu tanpa mikir "nanti ibu marah". Terus nginep di rumah temen (alesannya ke ibu karena lembur hehe). Sekarang di usia 23 ini mau fokus prepare masa depan. Nabung! Juga pengen memperbaiki kesehatan tubuh nih, kek perawatan gigi, perawatan kulit, olahraga. Semoga bisa, amiiiiin.
Read More

Akhirnya Cabut Gigi Permanen!

Gue pengen cerita nih tentang pengalaman gue cabut gigi permanen. Banyak orang bilang cabut gigi permanen, apalagi geraham itu bahaya. Bahkan ada yang cerita ke gue cabut gigi geraham itu bisa bikin mati. Gue sendiri pernah nemenin ibu cabut gigi geraham, dulu waktu masih kecil. Suara alat-alat dokter yang beradu sama gigi ibu itu mengerikan. Klontang, Tuk! yah seperti itu lah. Belum lagi liat darah yang keluar.

Tiga belas tahun lamanya gue bertahan dengan gigi yang udah rusak parah. Dulu saking ga mau di cabutnya akhirnya sama dokter, sarafnya diambil biar ga sakit lagi. Ternyata setelah di tambal lubangya eh malah infeksi dan bengkak. Sama dokter gigi lain di bor lagi tambalannya dan dia sangat menyarankan untuk dicabut aja. Waktu itu usia gue masih 10 tahun. Awalnya sih pasrah, tapi setelah infeksinya hilang gue jadi takut lagi. Akhirnya gue bertahan dengan gigi itu.

Sekitar usia gue 17 tahun, gigi gue yang rusak itu mulai berdarah terkadang. Tapi makin lama makin sering berdarah. Waktu udah kuliah semester 6 tumbuh polip di lubang giginya. Selesai kuliah sempet ke dokter gigi lagi karena gue mulai worry tiap hari selalu berdarah. Waktu itu gue udah yakin untuk cabut gigi. Ternyata klinik BPJS gue tidak memadai alatnya untuk cabut gigi, gue pun di rujuk ke RS Polri daerah kelapa dua. Tapi gue mangkir hehe karena belum terlalu siap siap amat jadinya pas ada halangan dikit aja rasanya itu jadi besar. Alasan gue waktu itu adalah RS Polrinya jauh dari rumah, padahal mah kalo ke kosan temen di sekitar situ oke-oke aja haha.

Dan.... tahun kemarin perasaan worry gue akan ini gigi makin besar setelah baca artikel katanya kalo wanita hamil itu jangan ada gigi yang berlubang. Waduh, sebagai wanita yang ke depannya (semoga) akan merasakan hamil juga gue khawatir dong. Apalagi denger cerita katanya dari gigi yang berlubang bisa nyebabin meningitis. Heuuuu kan serem. Oke, gue pun mulai searching tentang cabut gigi permanen. Menurut temen-temen gue sebelum dicabut sih bakal di rontgen dulu biar tau arah giginya gimana. Dan gak seseram yang dibayangkan kata temen gue. Oke, baiklah gue percaya sama temen gue.

Karena gue udah kerja, yang artinya gue gak mungkin minta duit ke orang tua lagi (malu rasanya) jadi yang gue searching bukan cuma efek samping dari cabut gigi, melainkan biaya cabut gigi. Untungnya temen gue ada yang ngejalanin cabut gigi juga. Setiap ada temen yang cabut gigi gue selalu interogasi. Setelah hasil riset gue kekumpul gue membulatkan tekad mau cabut gigi di klinik yang sama dengan teman gue.

Bulan November 2018 gue daftar di klinik OM*C. Berdasarkan pengalaman temen gue, dia cabut gigi di sana 800ribu udah sama scaling. Gue liat di brosur nya kalo ga sama scaling cuma 400ribuan. Setelah hitung-hitung uang, bolehlah gue cabut disitu tanpa scaling.

Gue pun ngabarin ibu kalo mau cabut gigi di klinik. Tapi ternyata sama ibu gak dibolehin :'(. Ibu lebih prefer gue ke RS Her**na aja dan harus ditemenin anggota keluarga. Sempat berat hati gue tuh, soalnya gaji gue ga cukup untuk berobat di sana. Menurut riset gue, gue berekpektasi biaya yang akan keluar kalo cabut di RS Her**na itu sekitar 1,5 juta! Pusing ga tuh? Tapi Alhamdulillah, gue dapet rejeki tambahan, akhirnya tanggal januari 2019 gue pergi ke RS Her**na.

Gue sengaja gak pake BPJS karena gak pengen ribet hehe. Jadilah hari itu gue ke dokter gigi di RS Her**na. Setelah giliran gue tiba, gue bercerita kronologis gigi ini ke dokternya dan gue bilang pengen cabut. Dokter langsung menyuruh gue untuk duduk di kursi pasien. Setelah liat kondisi gigi gue,  dia langsung kasih gue obat bius. Nah, disini gue agak bingung nih, dokternya gak rontgen dulu gigi gue, tapi gue disuruh tanda tangan surat pernyataan gitu kalo gue menyetujui ilmu kedokteran itu ga ada yang pasti dan gue mau menanggung efek sampingnya. Hmm pas isi suratnya agak khawatir gitu sih, tapi gue banyakin bismillah aja. Doa sama Allah, kalo ada apa apa setelah cabut gigi ya berarti udah takdirnya. Gue pasrah, guys.

Penandatangan Surat Persetujuan

Setelah dibius, dokter langsung mengoperasi gigi gue. Sakit? gak, kan udah dibius cuma kaget aja sama suara alat dokternya kalo beradu sama gigi, atau suara bornya, dan pas gigi nya ditarik pake tang, dan pas liat darah gue banyak banget yang keluar haha. Apalagi pas polipnya dipotong, gak kerasa sakit sih, cuman udah parno duluan gitu.

Prosesnya lama banget. Kata dokter gigi gue udah rapuh banget, jadi tiap ditarik selalu pecah. Alhasil dokter ga berani menuntaskan pencabutan gigi hari itu juga. Dokter cuma bisa ngilangin polipnya, ngeluarin mahkota giginya, dan 1 akar aja. Masih ada sisa 1 akar lagi, dan dokter memutuskan buat nunggu lukanya kering dulu selama 2minggu. Dalam hati gue lega tapi nanggung. Lega karena terlepas dari rasa khawatir sama proses pencabutan gigi tapi khawatir juga bakal rasain hal yang sama 2 minggu lagi. Pesan dokter selama luka belum kering gue gak boleh nyedot, banyakin minum/makan es, ga boleh makan panas, ga boleh makan pedes, dan kalo ngunyah pake yang sebelahnya dulu.

Penampakan gigi yang udah tercabut
Keluar dari ruangan dokter, beberapa menit kemudian efek biusnya udah habis sedangkan obatnya belum jadi alias masih antri. Rasa sakitnya pun mulai menjalar sampe gue nangis di depan kasir hahaha. Tapi setelah minum obatnya ga sakit lagi kok.

Oiya, masalah biaya hari itu gue habis 800ribu. Itu udah totalan akhir untuk konsultasi, tindakan dan obat. Syukur deh jauh dibawah ekpektasi gue.

Selama masa pemulihan, apalagi gue lagi sariawan deket gusi yang giginya abis dicabut, gila sih jadi ga bisa makan apa apa. Pas maksain, gue makan nya bandel ga sesuai aturan dokter eh malah jadi infeksi haha. jadinya harus balik lagi deh, habis deh duit gue 300ribu. Setelah itu gue nurut banget sama aturan dokter. Lagian sariawannya tambah menjadi jadinya bener2 ga bisa makan apa apa. Hmmm dengan gitu, berat badan gue turun gak ya? hahaha kalo turun gue bersyukur malah.

Gila sih, baru 1 gigi aja udah bikin kantong kering banget. Gue semenjak itu bener-bener perhatian banget sama gigi. Next kalo gigi ini udah kelar mau lanjut ke gigi rusak lainnya, kalo ada rejeki lagi sih pengen tanam gigi hehe biar ga ompong haha.

Btw, gigi gue rusak karena dulu sering banget makan coklat. Sampai sekarang sih masih cinta banget sama coklat hehe
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook

Cari Blog Ini

Emoticon

Popular Posts

Categories

Total Tayangan Halaman

Follower

Copyright © Swand-dan room | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com